Pentingnya Self Love untuk Wanita Ala Yuki Kato with The Maple Media



Pada Acara Indonesia Millennial & Gen-Z Summit (IMGS) yang dilangsungkan pada 22 Oktober 2024, Dalam sesi acara bertajuk Beyond Labels: Women Shaping Their Existence. Yuki Kato menyampaikan pandangannya tentang stereotipe gender dan dampaknya terhadap perempuan dalam kehidupan sehari-hari, Yuki menjelaskan tentang sebuah stereotipe yang seringkali membatasi ruang gerak perempuan untuk berekspresi mulai dari penampilan hingga peran dalam masyarakat.

Self-love adalah konsep yang merujuk pada penerimaan dan penghargaan terhadap diri sendiri. Ini mencakup perawatan diri, memahami dan menghargai kelebihan serta kekurangan kita, serta memberikan perhatian pada kebutuhan emosional dan fisik kita. Self-love juga melibatkan pengembangan rasa percaya diri dan berusaha untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri. Dengan mencintai diri sendiri, kita dapat membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain dan meningkatkan kesejahteraan mental kita.

Selain itu, Yuki menyatakan bahwa Self-love ini menciptakan rasa percaya diri terhadap diri sendiri jika ingin tampil di kehidupan sehari hari. Misalnya, perempuan sering malu untuk percaya diri namun dengan self-love itu sendiri mereka merasa percaya diri dan bahkan itu bisa meningkatkan efek senang pada diri mereka. 



Yuki mengingatkan bahwa Self-love tidak juga hanya untuk perempuan tetapi laki-laki harus menerapkannya. Mereka laki-laki jarang melakukan sebuah Self-love. “Contohnya, jika laki-laki merawat diri, mereka sering dianggap lemah. merawat diri  itu tidak dibatasi oleh gender,” ungkapnya. Dengan demikian, penting untuk mendobrak batasan-batasan yang ditetapkan oleh masyarakat dan menerima bahwa setiap gender itu perlu menerapkan Self- love, baik laki-laki atau perempuan memiliki hak untuk menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya.

Dalam upaya mencintai diri sendiri, Yuki Kato menekankan pentingnya menerima sisi baik dan buruk dari diri sendiri. Proses ini bukanlah hal yang instan dan perlu pembelajaran, tetapi merupakan perjalanan yang harus dilalui. “Sampai sekarang, aku mencoba mencintai diri sendiri, menerima semua kebaikan dan keburukan yang ada,” ungkapnya. Dengan mencintai diri sendiri, seseorang dapat mendengarkan kritik tanpa harus membiarkannya memengaruhi hati dan pikiran. Self-love ini menjadi tameng yang membantu menghadapi komentar negatif tanpa menjadikannya hambatan.

Haidar Khoirul Aththar

Politeknik Negeri Media Kreatif


Komentar

Postingan populer dari blog ini

NSR 150 SP dengan Livery ala Moto GP Jepang